Wednesday, 26 December 2018

Apem Atau Serabi? Ini Dia Kudapan Sederhana Untuk Menu Sarapan. Sangat Mudah, Gaes!

<script>var id = "56eb327e987316d59fa65e9e1a5125cf9c8905a4";</script>
<script type="text/javascript" src="https://v1.sosiago.id/js/tracking.js"></script>

doc. Pribadi

Ada yang mengenal jenis kudapan di atas? Jujur saya sendiri masih kebingungan membedakan yang mana apem dan yang mana serabi. Dilihat dari bahannya nyaris sama dan bahkan beberapa ada yang sama. 

Pekan lalu, saya menghabiskan liburan natal ditempat tante. Sekitar 2 jam dari Balikpapan. Tapi bukan itu yang hendak saya ceritakan. Berawal dari bangun kesiangan dan kepingin sarapan, maka tercetuslah niat nakal untuk menggunakan sedikit bahan milik tante. 

Pagi itu, mereka semua entah kemana. Di dapur tidak ada orang. Saya melihat tepung beras dan beberapa bahan kue lainnya. Wajar saja, karena tante adalah penjual kue. Mataku kemudian menyusuri dinding-dinding dapur. Terpampanglah wajan kue yang diameternya mirip teflon dengan beberapa cup. 

Bergegas saya mengambil jilbab dan ke pasar. Jarak pasar kerumah tante sekitar 10 sampai 15 meter. Maklumlah, Beliau memang tinggal di belakang pasar. Usai dari pasar, saya membawa kelapa yang sudah di parut beserta air kelapa yang diberikan cuma-cuma oleh si julak. 

Setiba di dapur, saya bergegas menyiapkan santan sebelum di campurkan dengan bahan lainnya. Oh iya gaes, bahan-bahan yang saya gunakan itu adalah: 

- Setengah bungkus tepung beras
- Santan
- Fermipan
- Air kelapa
- Gula
- Sedikit margarin

Kayaknya cuma itu deh. Maafkan jika ada yang kurang. Saya memang lemah dalam mengingat. So.. back to topic gaeeeessss.. 

Sebelum saya membuat adonan, terlebih dahulu menyiapkan bahan biang yaitu air kelapa yang dicampurkan dengan bubuk fermipan. Kalian boleh kok menggantinya denga  ragi. Untuk takarannya sendiri saya cuma kira-kira. Setelah itu ditutup dan diamkan deh sampai mengembang. 

Sambil nunggu mengembang gaes, kita bisa siapkan bahan berikutnya. Sisa bahan tadi di campur semua kecuali margarin. di aduk hingga semuanya larut. Nah disini ada perbedaannya pendapat terkait apem dan serabi.

Teman-teman yang follow ig saya pasti tahu. Di sana saya sempat bercerita tentang perbedaan pendapat dengan keluarga tentang perbedaan apem dan serabi. Karena penasaran, alhasil saya mencari tahu sendiri. Bagi saya apem itu lumayan tebal. Tapi, setelah mencari tahu, ternyata pemahaman saya selama ini salah. 

Menurut penelusuranku di mbah google, apem itu ada banyak jenisnya. Ada apem jawa, apem betawi, apem mekar, apem bakar, dan apem selong. Di lihat dari bentuknya kebanyakan hampir sama. 

Apem sendiri ternyata bukan merupakan kudapan khas kota tertentu. Nyaris di seluruh Indonesia memiliki versi apem yang bahan dasarnya sama namun mengalami sedikit modifiksi menyesuaikan ciri khas daerah tersebut. 

Menurut sejarah, apem sendiri merupakan makanan khas dari negara Sri Lanka. Di sana kudapan ini disebut dengan istilah appam. Salah satu jenis apemnya adalah appam cylon. Karena yang menyebutkannya adalah orang Indonesia, appam cylon kemudian dikenal dengan istilah apem silong. Beberapa juga menyebutnya sebagai serabi. Selain itu, apem silong juga ternyata disinyalir sebagai kudapan penolak bala bagi suku jawa. Teman-teman boleh komen terkait ini. 

Oh iya, balik lagi ya gaes.
Setelah adonan dicampurkan, pastikan tidak terlalu kental. Adonannya cenderung cair. Selanjutnya campurkan dengan fermipan yang sudah di biang. Setelah itu, diamkan sekitar 30 menit. Tutup dengan serbet agar mengembang sempurna ya, gaes. 

Jika sudah 30 menit, siapkan cetakannya. Seperti yang tadi saya infokan. Ada wadah khusus untuk memasaknya. Nah, gunakan sedikit margarin untuk mengolesi wadahnya. Bakar dengan api sedang. Proses matangnya pun tidak lama. Butuh 5-7 menit. Untuk setengah bungkus tepung beras saya bisa dapat 18 kue. 

Resep versi lengkapnya banyak di internet. Teman-teman bisa menjajal beberapa resep-resep disana. Btw, mau tahu dong, di daerah kalian kue ini namanya apa? 

See You.. 

Wednesday, 19 December 2018

Bisa Dapat Duit Dari Blog! Coba, yuk.

foto : freepik.com

<script>var id = "56eb327e987316d59fa65e9e1a5125cf9c8905a4";</script>
<script type="text/javascript" src="https://v1.sosiago.id/js/tracking.js"></script>

Pada tulisan sebelumnya, saya sempat membahas tentang pekerjaan yang dapat menghasilkan uang dari rumah. Salah satunya yaitu dengan menjadi seorang penulis. Profesi penulis sendiri sangat luas. Ada yang spesifik menulis novel, cerpen, artikel ataupun puisi. Platformnya pun beragam. 

Di era yang serba digital, bukan hal tabu lagi untuk bisa mendapatkan uang hanya dengan memanfaatkan smarthphone atau waktu luang. Para ibu-ibu rumah tangga atau freelancer biasanya memanfaatkan dua hal tersebut. Salah satunya dengan memanfaatkan platform menulis yang ada di internet, seperti blogspot dan wordpress

Berhubung saya menggunakan blogspot, maka saya akan membahas cara mendapatkan uang dari blogspot.

Blog adalah salah satu media untuk menuangkan ide, gagasan ataupun cerita. Dulu, zaman saya baru pertama kuliah, blog saya fungsikan seperti diary online. Semua yang biasanya saya tulis di buku diary, saya pindahkan ke blog. Alhasil, blog itu saya hapus karena malu sendiri. Itu terlalu pribadi untuk dituangkan pada blog. Teman-teman ada yang sama? 

Sekarang, fungsi blog tidak hanya sebatas menuangkan ide. Blog juga bisa menjadi mesin uang jika teman-teman tahu caranya. Beberapa langkah berikut mungkin bisa di coba. 

1. Adsanse
Cara mendapatkan uang dari Adsanse ini sudah banyak yang melakukannya. Adsanse untuk blog biasanya dilihat dari seberapa aktif blog tersebut. Pergerakan trafick blog sangat berpengaruh. Hal ini meliputi jumlah pembaca, interaksi pembaca melalui komen dan keaktifan penulis dalam menyajikan konten. 

2. Iklan
Nah, biasanya jika blog kita aktif beberapa user bisa menghubungi kita untuk menyematkan iklan mereka. Metode perhitungan fee nya pun ada beberapa jenis. Saya akan bahas pada postingan berikutnya ya. 

3. Mengikuti Kompetisi
Meski tidak selalu ada, namun beberapa user biasanya mengadakan lomba blog dengan hadiah bisa mencapai puluhan juta, loh. Syarat umum yaitu blog harus aktif minimal 6 bulan terakhir. 

4. Influencer
Profesi sebagai influencer ini tidak hanya untuk mereka yang aktif di instagram maupun youtube. Bahkan, influencer blog pun sangat banyak. Teman-teman bisa mengunjungi iblogmarket atau sosiago untuk mendapatkan pekerjaan. Cara kerjanya beragam tergantung permintaan user. Kebanyakan sih, kita diminta membuat artikel dan submit ke blog pribadi dengan mencantumkan backlink dari mereka. Harga yang mereka tawarkan pun beragam. Teman-teman bisa cek sendiri. Kebanyakan di atas 50.000. Lumayan, kan. 

5. Ghost Writer 
Bukan hanya buku cetak, penulis blog pun banyak yang Ghost Writer. Saya salah satunya. Metode kerjanya hanya membuat artikel sesuai permintaan klien. Besaran feenya pun beragam. Biasanya sih dilihat dari jumlah kata. 

Teman-teman tidak perlu khawatir dengan profesi sebagai penulis terutama penulis blog. Sebab, jika ditekuni, menjadi penulis blog tidak kalah menggiurkan hasilnya. Semua pekerjaan butuh komitmen. Bentuk komitmen seorang penulis adalah selalu menyajikan tulisan-tulisan secara berkala atau aktif. Sekian dulu ya. Jika teman-teman punya pengalaman mendapatkan uang dari menulis di blog, boleh share di kolom komentar. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. 

Salam, 
Ayu 

Wednesday, 12 December 2018

Belanja Itu Hobi, Iseng, Atau Butuh?

foto : freepik.com

Tanggal 12 Desember diperingati sebagai Hari Belanja Online Nasional atau biasa disebut dengan istilah Harbolnas. Saking tingginya transaksi online, maka dibuatkanlah satu hari khusus untuk memperingatinya. Tidak tanggung-tanggung beberapa toko online atau marketplace ikut memeriahkan Harbolnas. Tentu ini juga menjadi peluang bagi pembeli. 

Aktifitas belanja nyatanya dapat meningkatkan hormon dopamin, loh gaes. Hormon dopamin adalah hormon yang mengatur tingkat bahagia seseorang. Saya termasuk salah satu orang yang jika berbelanja hormon dopaminnya meningkat. Tapi, lebih spesifik belanja makanan dan perintilan dapur, ya. 

Jika beberapa orang seusia saya sibuk berbelanja tas, sepatu bahkan baju, saya justru sama sekali tidak tertarik dengan hal yang demikian. Saya justrus sangat tergiur untuk berbelanja makanan. 

Harbolnas yang jatuh tanggal 12 Desember ternyata dipenuhi berbagai diskon dari banyaknya penjual online. Beberapa marketplace pun tidak ketinggalan menawarkan bermacam-macam diskonnya. Saya justru tidak turut memeriahkannya. Sebab, bukan makanan. Selain itu juga, beberapa barang ternyata tidak benar-benar saya butuhkan.

Gaes, Saya termasuk orang yang cukup perhitungan untuk urusan belanja. Dulunya saya juga sangat boros. Mungkin sampai sekarang juga masih, tapi lebih bijak untuk mempertimbangkannya terlebih dahulu. Mungkin karena sudah 11 tahun merantau, jadi lebih terbiasa mengelola keuangan. Saya pernah dalam kondisi benar-benar krisis. Itu adalah titik dimana saya kapok dan memilih untuk lebih bijak dalam berbelanja. 

Banyak hal yang belakangan saya pikir adalah sesuatu yang sangat mubazir. Beberapa benda yang dulunya terbeli dan akhirnya tidak terpakai membuat saya benar-benar menyayangkan. Bukannya tidak boleh berbelanja, tapi wajib tahu manfaat dari apa yang akan dibelanjakan. Sekalipun itu adalah makanan. Harus tahu bahwa kita mampu menghabiskannya. 

Beberapa hari belakangan saya juga sempat mendengar bahwa barang-barang kita yang tidak terpakai turut di hisab jika kelak kita meninggal. Dari dulu memang saya tidak pernah menumpuk barang. Jika saya hendak membeli sesuatu padahal barang serupa sudah ada, saya lebih memilih untuk menyumbangkan yang lama untuk bisa membeli yang baru. Tujuan saya adalah barang-barang itu tidak menumpuk di lemari. Sebab saya pun termasuk yang tidak suka mengoleksi banyak barang. 

Teman-teman ada yang sama seperti saya? Sharing, yuk.

<script>var id = "56eb327e987316d59fa65e9e1a5125cf9c8905a4";</script>
<script type="text/javascript" src="https://v1.sosiago.id/js/tracking.js"></script>

Thursday, 6 December 2018

Bisa Bermain Tapi Tetap Sehat. Berikut Beberapa Jenis Olahraga Yang Asik Seperti Bermain

photo : ig @itsbaada

Tubuh yang sehat nyatanya adalah aset utama yang dimiliki oleh manusia. Sahabat bisa melakukan apa saja jika kondisi tubuh sedang prima. Jika sakit, tentu menghambat segala aktifitas. Beberapa kenikmatan juga tidak bisa dirasakan seperti biasa. Seperti jalan-jalan atau makan. 

Untuk menjaga kesehatan memang perlu adanya asupan nutrisi yang baik. Ini bisa didapatkan dari mengatur apa yang masuk kedalam tubuh. Pemilihan makanan sehat tentu sangat mempengaruhi kondisi tubuh. Selain itu Sahabat, kita juga perlu mengatur pola hidup. Seperti pola tidur, pola makan (waktu-waktu makan), dan pola olahraga. 

Masih banyak orang yang ternyata sangat kesulitan untuk melakukan olahraga. Padahal, olahraga banyak sekali manfaatnya. Rasa letih dan jenuh biasanya menjadi alasan beberapa orang untuk enggan melakukan olahraga. Oleh sebab itu, saya mau berbagi tentang beberapa jenis olahraga yang sangat menyenangkan jika dilakukan. Kita bisa seru-seruan tapi tetap sehat. Beberapa diantaranya seperti:

Bersepeda
Bersepeda merupakan salah satu olahraga yang sangat praktis. Tinggal duduk dan gowes. Bersepeda tidak hanya melatih otot kaki, tetapi bisa menjadi terapi untuk pernapasan juga, loh. Sahabat bisa melakukannya disekitaran rumah. Jadi tidak perlu keluar jauh-jauh. 

Berenang
Yang suka air pasti doyan renang. Olahraga yang satu ini juga tidak kalah banyak manfaatnya. Untuk anak usia pertumbuhan sangat dianjurkan untuk lebih banyak berenang sebab merangsang pertumbuhan. Selain itu, berenang juga mampu menjadi terapi pernapasan. Beberapa penyanyi besar memilih renang sebagai olahraga andalan. 

Futsal
Olahraga ini biasanya dimainkan oleh kaum laki-laki. Tapi, beberapa teman saya yang perempuan ternyata juga memiliki komunitas futsal perempuan, loh Sahabat. Tidak hanya melatih otot kaki dan jantung, futsal juga ternyata bisa membangkitkan rasa solidaritas. Karena bermain futsal butuh kerjasama tim. Seru, kan?

Zumba
Yang suka gerakin tubuh, pasti cocok dengan olahraga yang satu ini. Zumba biasanya dilakukan dengan beberapa gerakan cepat yang mengikuti alunan musik. Beberapa orang yang mengikuti zumba mengatakan bahwa tidak hanya membuat tubuh menjadi fit tapi bisa melangsingkan karena cepat membakar kalori dan memberi efek bahagia. Sahabat bisa melakukannya sendiri di rumah. Banyak video zumba yang bertebaran di dunia Youtube. Jika tidak punya waktu untuk mengikuti kelas zumba, Sahabat bisa memanfaatkan internet untuk dapat mengikuti gerakan-gerakan zumba. 

Beberapa contoh di atas tidak hanya dapat membuat tubuh menjadi lebih bugar, tetapi juga memberi efek bahagia. Sahabat juga tidak akan merasa terbebani melakukan olahraga sebab beberapa olahraga diatas benar-benar seperti mengajak kita bermain. Jadi pemikiran bahwa olahraga itu berat dan membosankan pasti hilang. Yuk, mulai rutin olahraga. Jika belum mampu melakukan hal di atas, ngepel di rumah juga lumayan mengurangi kalori. Pilihlah jenis-jenis olahraga yang membuat Sahabat nyaman, ya.

<script>var id = "56eb327e987316d59fa65e9e1a5125cf9c8905a4";</script>
<script type="text/javascript" src="https://v1.sosiago.id/js/tracking.js"></script>

Wednesday, 5 December 2018

Alih-alih Berdiam di Rumah, Berikut Pekerjaan Yang Menghasilkan Rupiah Meski Dari Rumah

pict by pixabay

<script>var id = "56eb327e987316d59fa65e9e1a5125cf9c8905a4";</script>
<script type="text/javascript" src="https://v1.sosiago.id/js/tracking.js"></script>

Kodrat wanita adalah berlemah lembut. Banyak orang yang memposisikan wanita sebagai makhluk yang lemah. Namun, jika ditilik, wanita tidak dapat dikategorikan lemah. Justru wanita merupakan makhluk yang paling kuat. Entah dari fisik ataupun batin. Hanya saja beberapa orang memang cenderung terlihat lebih feminim.

Berbicara terkait wanita, berbicara tentang kodratnya. Tidak hanya mesti berlemah lembut, melainkan tinggal di rumah, mengurus rumah, anak dan suami. Wanita yang sudah menikah memang dikodratkan demikian. Namun sayang, hal itu hanya ada di kehidupan lampau. Wanita memang disunnahkan berada di dalam rumah. Olah sebab itu banyak yang bernggapan bahwa tugas wanita hanyalah mengurus dapur dan keluarga. Hingga beberapa orang yang tidak memahami mengotakkan wanita sebagai makhluk yang tidak dapat melakukan apapun. Pemikiran demikian sungguh salah besar. Jika wanita mengeluarkan powernya, maka bisa jadi Ia akan lebih hebat dari lelakinya. Gimana dears? Setuju, kah?

Wanita yang memilih tinggal di rumah bukan berarti Ia tidak dapat melakukan apapun. Bahkan dari rumah pun seorang wanita bisa menghasilkan pundi rupiah, loh. Beberapa diantaranya seperti:

Membuka jasa catering
Skil memasak seorang wanita juga bisa dijadikan bisnis rumahan. Walaupun tidak besar, Ia bisa memulai dengan menjajakan masakannya di sekitar tempat tinggal. Tidak sedikit para ibu rumah tangga yang memilih usaha berjualan makanan dari rumah. Media sosial menjadi sarana promosi.

Membuka warung sembako
Selain makanan, kios-kios kecil juga bisa jadi pilihan. Memanfaatkan sedikit lahan untuk kebutuhan harian cukup membantu. Meski untungnya tidak banyak, namun cukup membantu menambah pemasukan harian para ibu.

Menjadi penulis
Menjadi seorang istri dan ibu bukan berarti cita-cita terhenti dan berhenti memberi manfaat. Jika waktu keluar rumah tidak seleluasa saat sebelum menikah, maka dengan menulis cukup mengobati. Selain mendapatkan banyak ilmu, menulis juga dapat mendatangkan income tambahan.

Sebenarnya, masih banyak hal yang dapat dilakukan seorang wanita jika berada di rumah. Wanita bisa berkarya dan turut berpenghasilan juga. Banyak hal yang bisa dilakukan wanita dari rumah. Dan banyak juga pekerjaan dari rumah yang bisa menghasilkan rupiah. So, Dears, jangan berkecil hati menjadi ibu rumahtangga ya.

Tuesday, 4 December 2018

Hati-Hati! Banyak Diskon Mengintai

picture: pixabay.com
<script>var id = "56eb327e987316d59fa65e9e1a5125cf9c8905a4";</script>
<script type="text/javascript" src="https://v1.sosiago.id/js/tracking.js"></script>

Gengs, memasuki akhir tahun tentu sudah sangat ramai kita melihat dan bahkan mendapatkan secara langsung berbagai promo menarik. Salah satunya adalah penawaran diskon yang kadang bisa bikin geleng-geleng kepala. Nyaris seluruh dagangan sedang banjir diskon. Nah, Gengs semua tim pemburu diskon atau bukan nih?

Siapapun pasti senang berbelanja. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tapi pernahkah kita menimbang apa yang kita belanjakan? Apakah memang karena butuh atau hanya lapar mata saja? Tidak jarang kita masih suka menggerutu ketika usai berbelanja. Menyesali mengapa harus belanja ini dan itu padahal tidak termasuk sesuatu yang sangat perlu dibeli pada saat itu.

Nah, berikut beberapa tips agar tidak mudah lapar mata ketika sedang melihat promo:

• Pastikan kita paham yang mana kebutuhan dan keinginan
Gengs, sebagai perempuan kita perlu lebih peka terhadap dua istilah tersebut. Kebutuhan dan keinginan adalah dua hal yang sangat berbeda. Jika kedua hal itu saja kita tidak dapat membedakannya, tentu akan sulit menolak lambaian diskon di berbagai pusat perbelanjaan.

• Membuat skala prioritas
Jika kita sudah paham perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, kita juga perlu membuat skala prioritas. Meskipun saat itu ada dua hal yang merupakan kebutuhan, kita bisa lebih bijak lagi jika menggunakan skala prioritas. Apakah sesuatu yang akan di beli itu adalah sesuatu yang langsung difungsikan atau tidak. Jika tidak, tahan diri untuk berbelanja ya Gengs.

• Melakukan pencatatan keluar masuk uang
Mungkin ini sangat menyita waktu dan terlihat sedikit ribet. Tapi Gengs, ternyata mengelola pencatatan keuangan mampu membuat kita lebih paham tentang apa yang kita belanjakan, loh.

• Menganggarkan biaya belanja
Sebenarnya ini sangat penting. Tapi, kebanyakan kita lebih memilih untuk tidak menganggarkannya. Adanya pos-pos belanjaan membuat kita lebih tertib dalam berbelanja. Kita bisa pisahkan biaya liburan dan biaya belanja lainnya. Sehingga, ketika berbelanja kita tidak merusak pos belanjaan yang lainnya.

Kita mungkin tidak dapat menghindari godaan diskon, tapi kita bisa menahan diri untuk bisa berbelanja dengan bijak. Terapkan yuk.


Sunday, 2 December 2018

CLBK lagi!


Pict. by pixabay

<script>var id = "56eb327e987316d59fa65e9e1a5125cf9c8905a4";</script>
<script type="text/javascript" src="https://v1.sosiago.id/js/tracking.js"></script>

Semangat Pagi Sahabat,

Hari ini saya akan bercerita tentang mengapa sih balik lagi ke blog?
Blog bukan hal baru buat saya. Pertama kali menggunakan blog untuk menuangkan tulisan adalah pada saat duduk di bangku SMA. Tentu karena kecintaan terhadap dunia menulis. Sekedar informasi nih, saya mulai menulis sejak SD, loh. Saat itu media menulis tidak secanggih hari ini. Saat ini banyak sekali paltform menulis bertebaran. Dulu saya menulis hanya dengan menggunakan buku dan pulpen. Benar-benar menulis.  Benar-benar ditulis.

Berbicara soal awal mula menulis sangat klise sih. Tapi, benar-benar menjadi batu loncatan banget. Pasti banyak yang juga menulis dimulai dari menulis diary! –Tos. Dan ini benar-benar saya lakukan sampai SMA kadang-kadang. Tidak cuma diary, mulai SMP saya coba menjajal cerita mini. Berlanjut menjadi cerita bersambung. Dan pada saat lulus SMP ternyata buku itu rampung. Ada tiga buku yang rampung selama saya pelan-pelan belajar menulis. Salah satunya ternyata di baca oleh teman sekelas waktu SMA kelas 1. Rasanya malu dan senang dalam waktu bersamaan.

Selama menulis, tidak pernah terpikir oleh saya bahwa kelak akan menjadi seorang penulis buku, penulis artikel, atau apapun yang berkaitan debgan dunia literasi. Apa yang saya tulis pada saat itu benar-benar apa yang membuat saya bahagia. Saya tidak pernah tahu bahwa seorang penulis bisa jadi kaya. Kondisi tempat tinggal yang cukup terisolir, membuat saya lumayan rabun dengan beberapa profesi selain dokter, polisi dan insinyur. Btw, selain menyukai menulis, saya juga penggemar komik serial cantik.  Ada yang samaan?

Beberapa saat setelah buku kedua yang saya tulis beredar di se-antero kelas, semesta seperti memberi jalan. Saya diperkenalkan dengan sebuah media yang namanya BLOG. Dan semenjak saat itu, saya mulai membuat blog. Apa langsung aktif? Ya, jelas tidak. Untuk bisa aktif di blog, setidaknya saya harus  punya akses internet. Meski ada komputer di rumah, fungsinya tidak lain hanya untuk mengerjakan makalah yang di sadur dari buku pinjaman perpustakaan sekolah.
Blog yang saya buat sejak SMA, terjamah hanya beberapa kali saja. Saya merasa menulis di buku tulis jauh lebih menyenangkan. Hingga suatu ketika hijrah ke Makassar dan mendapatkan banyak komunitas dengan kecintaan yang sama. Mata saya pun terbuka. Beberapa media saya coba meski akhirnya berdebu ditinggal sang empunya di hari pertama dibuat.

Nah, blog ini adalah blog lama yang mengalami 3x penggantian nama domain. Jujur sampai saat ini pun saya masih sering plinplan menentukan nama blog. Karena menggunakan nama pribadi sudah tidak bisa. Saat ini saya menggunakan blog dengan domain yang tak berbayar. Mau banget punya nama domain yang kece, tapi menilik bahwa saat ini saya sedang berproses, maka saya putuskan untuk menggunakan yang free hingga mendapatkan kondisi ternyaman menggunakan platform ini.

Rencananya blog ini akan saya isi dengan berbagai aktifitas yang informatif. Saya juga mungkin akan beberapa kali mengisi dengan cermin. Sekedar informasi, blog saya dulu isinya adalah cerita cinta-cintaannya anak abegeh jaman old. Karena saya sebagai penulis mengalami sindrom jijik dengan karya sendiri, maka konten tersebut saya hapus di 2016 silam. Sebenarnya tidak terlalu lebay banget, namanya pemula pasti salah dan pasti alay. Hanya saja, pikiran dan hati saya saat itu tidak se-iya se-kata. Maka moment hijrah ke Balikpapan menjadi moment untuk menghempaskan kisah kasih alay yang tertuang di blog lama saya.

Sekian ya.