Jangan Tergiring Opini Medsos. Jadilah Pemilih Yang Waras!





Tanggal 17 April kemarin, nyaris seluruh warga negara Indonesia telah melakukan pemilihan Presiden, wakil Presiden, anggota DPR, DPRD dan DPD. Apa yang di nanti-nanti, terlaksana juga. Bukan main, momen ini sejak beberapa bulan kemarin cukup menyita perhatian. Berbagai opini ramai-ramai muncul ke permukaan. Prediksi juga tidak kalah, hadir dari berbagai pakar. Namun, apakah setelah pemilu semuanya akan kembali tenang?
Pemilihan umum yang baru saja digelar kemarin ternyata belum benar-benar usai. Bahkan, pada siang hari setelah pemilu berlangsung, berbagai sumber menyebarkan hasil dari perolehan perhutungan cepat. Ini tentu membuat para pendukung masing-masing calon menjadi ricuh lagi. Berbagai tudingan berhamburan di permukaan. Bahkan hasil dari KPU pun belum ditetapkan.

Beberapa stasiun tv tentu tidak mau kalah menayabgkan hasil dari perhitungan cepat. Lebih dari 2 akun perhitungan cepat digunakan. Persentase kemenangan pun ditampakkan. Dan alhasil, komentar-komentar dengan tudingan kecurangan juga ikut bergulir.

Dear, tulisan ini saya buat sebagai bahan perenungan. Kita telah diberikan hak untuk memilih. Dan kita juga telah melaksanakan pencoblosan atas pilihan kita. Untuk itu, mari kita bantu sukseskan dengan tidak ribut dan menggiring opini publik sebelum KPU menetapkan hasil dari perhitungan suara warga negara Indonesia.
Bahkan, hingga pagi tadi, kawan saya di beberapa daerah baru usai melakukan perhitungan suara. Itu artinya, apa yang di tayangkan belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Tetaplah stay cool. Jangan terpancing dengan komentar apapun. Jadilah cerdas dengan tidak mengeluarkan kata-kata yang dapat memicu perdebatan dan perkelahian. Jadilah cerdas dengan tidak melakukan tindakan atau mengeluarkan perkataan provokatif.

Jika memilih benar-benar adalah sebuah hak, maka jangan pernah mencela pilihan orang lain. Karena orang yang berbeda dengan pilihan kita adalah orang yang dapat melihat keunggulan dari apa yang di pilihnya. Begitu juga sebaliknya. Setiap orang berhak meyakini pilihannya. Tentu Anda juga tidak ingin di usik, bukan?
Jika, orang lain saja bisa marah dan terpancing karena kata-kata Anda yang memojokkan calon pilihannya, bagaiman dengan Anda? Dear, jadilah waras! Bapak-bapak kita yang sedang mencalonkan diri tersebut adalah orang-orang hebat. Masing-masing mereka juga pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Siapapun yang terpilih, kita tetap akan jadi rakyatnya. Tugas kita selanjutnya adalah kembali menjalankan roda kehidupan. Kembali meningkatkan kemampuan dan kapasitas diri. Kembali meningkatkan kualitas diri. Sebab, siapapun yang naik, jika diri kita sendiri tidak berubah menuju lebih baik, maka tetap akan merasakan kehidupan yang begitu-begitu saja.

Pemimpin yang terpilih adalah orang-orang yang dengan program kerjanya akan membantu rakyat sejahtera. Tentu masing-masing memiliki strategi yang berbeda. Namun, apa gunanya program kerja tersebut, jika diri sendiri saja tidak mampu untuk berbenah.

Dear, jadilah pemilih yang waras. Kita akan selalu mempertanggungjawabkan pilihan kita. Termasuk ucapan kita baik secara lisan maupun tertulis pada media sosial. Jangan sampai, ada hubungan yang renggang akibat perdebatan saling mempertahankan calon masing. Silakan dukung jagoan masing-masing dengan tidak menjatuhkan jagoan lawan. Hargai pilihan orang lain, layaknya engkau juga ingin di hargai. Jangan pernah menghujat jika tidak ingin dihujat.

Dear, jadilah pemilih yang waras. Pemiluh yang waras itu, usai ikhtiar dengan memilih, Ia akan berdoa atas pilihannya. Mengharapkan yang terbaik, bukan menjatuhkan lawan atau menjadi pahlawan provokator.

Salam waras.

32 comments:

  1. Alhamdulillah saya sudah menjadi pemilih yang waras dengan cara blocking teman2 yang radikal membela paslon masing2 hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. uwoowww.. sampe di blockir? Tapi memang benar sih mbak. Kadang postingan negatif sangat mengganggu mata dan ppikiran.

      Delete
  2. Semoga yang terpilih benar-benar bisa menjalankan amanah dari rakyatnya aamiin. Saya juga tidak suka dengan komentar-komentar saling menjatuhkan. Lebih baik berdoa dan kalau bisa membantu lakukan yang terbaik saja tanpa harus memberikan opini yang menjatuhkan. Salam waras hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kece bund. Tidak ada untungnya saling menjatuhkan. Malah bisa berakibat putus silaturahim.

      Delete
  3. Seoga terpilih pemimpin yang amanah dan adil...suka pusing juga lihat medsos usai pemilu..asli kadang lucu, nyebelin, saya sih pembaca statusnya aja..soalnya nggak suka juga ribut :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah ujung-ujungnya muak mbak. Yang berdebat seolah maha benar.

      Delete
  4. Saya cukup tahu pilihan sendiri yang mau dipilih. Biarlah medsos berkata apa. Moga pemimpin terpilih bisa amanah

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. Kece mbak.. Orang waras itu gak mudah tersulut dengan berbagai opini menyesatkan. salam waras.

      Delete
  5. Alhamdulillah sudah memilih dengan byk pertimbangan. Dan waras sewaras2nya. Hehehe

    ReplyDelete
  6. Pemilu kali ini memang hawanya beda banget, dari berbulan-bulan sebelum hari pencoblosan bahkan sampai hari ini masih rameee aja. Dan yang paling bikin miris, saking panasnya ada yang bahkan sampai merusak silaturahmi antar keluarga. Termasuk saya, ada adik sepupu yang biasa santun, jadi gak enak ngomongnya.

    Tapi ya sudahlah, semoga semua yang sudah diperjuangkan, termasuk berjuang untuk tidak bicara buruk dan memburuk2an seseorang atau kelompok, bisa berakhir damai, indah, dan membuat Indonesia lebih baik.

    Keep waras!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngeri ya bisa samapai segitunya. Semoga sebelum bulan puasa bisa baikan lagi.

      keep waras.

      Delete
  7. alhamdulillah, aku tidak golput dan tetap menjadi pemilih yang waras mbak...semoga Indonesia mendapatkan pemimpin yang amanah..aamiin

    ReplyDelete
  8. Apalagi di twitter masiiiih aja ada tagarnya. Haha. Saya pernah ikutan dengan tagar KPUJanganCurang, berusaha seeeesyahdu, seeeekalem mungkin.

    Semoga saya diberikan kewarasan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalem yo.. Jangan sampai kewarasannya terenggut dan berkurang. Kencangkan..

      keep waras!

      Delete
  9. Kita tunggu saja hasil akhir dari KPU dan mendoakan yang terbaik untuk Indonesia. Siapapun pemimpin yang terpilih semoga bisa memimpin Indonesia lebih baik lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. Semoga demikian mbak. Setiap pemimpin pasti sudah menyiapkan strategi terbaiknya.

      Delete
  10. Termasuk waras berpikir tidak mau hoaks dan penggiringan opini. Berpolitik yang elegan tanpa menyakiti kini kuterapkan

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah, saya termasuk pemilih yang waras

    ReplyDelete
  12. Hehe, sebelum Pemilu bergulir pun saya termasuk yg stay cool. Saya memilih Dan berusaha menghargai yg berbeda pilihan. Sesimpel itu sebenernya. Ogah ah ribut-ribut di jejaring sosial. Apalagi kalau kita tidak tahu ilmunya. Tentang Quick Count, misalnya. Saya banyak baca tentang metode itu, tapi karena saya bukan pakarnya, saya tidak mau sok tahu.

    Bismillah, semoga semua berakhir indah. Pemimpin yg terpilih semoga amanah, kita sebagai rakyat pun harus berbenah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener buk. Kalau belum paham, mending tidak asal berkomentar.

      Aamiin, harapan yang sama buk.

      Delete
  13. Siapapun yang nanti jadi pemenang dan presiden, semoga bikin bangsa Indonesia makin waras dan persatuan makin menguat ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin.. Semoga demikian. Bahkan baru kemarin mendengar isu-isu tidak sedap dampak dari pemilu. Ada yg mau di usir dari domisilinya saat ini. Pada sudah tinggal puluhan tahun.

      Delete
  14. Kadang suka heran sama yg mencalonkan diri jadi pemimpin. Kok gak takut yaaa...kan tanggung jawabnya besar dan dimintai pertanggungjawaban nanti di akhirat. Huwaaa saya belum siaaaap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, disitulah letak kelebihannya mbak. hehe

      Delete
  15. Benar ini mb. Kadang orang sampai berantem gara gara pilihan yang berbeda, Ga penting banget terjadi seperti ini. Ynag jelas kita pilih sesuai dengan hati nurani masing masing.

    ReplyDelete
  16. Yes, mba. Siapa pun presidennya kalau kita tidak berbuat apa-apa untuk diri sendiri ya tidak ada yang berubah.

    ReplyDelete
  17. Setuju banget mba, sing penting dengan memilih kita sudah sedikit berkontibusi untuk perubahan Indonesia yang lebih baik ya mba

    ReplyDelete
  18. Semoga apapun hasilnya para pendukung fanatik masing2 paslon bisa menerima dan mulai merajut lagi persatuan

    ReplyDelete

My Instagram